cynoz1026blogspot.com
Orang Manggarai meyakini bahwa nipi merupakan gambaran dari apa yang sudah maupun yang akan dialami bahkan sebagian masyarakat Manggarai menjadikan nipi sebagai acuan dalam menghadapi situasi-situasi tertentu dalam hidup. Misalnya saja, orang Manggarai meyakini ”nipi gunting wuk (mimpi tentang gunting rambut ) berarti dapat dipastikan setelah ia terbangun di pagi hari ia harus malakukan ritual atau sungke potong sehelai rambutnya. Lantas dari mimpi itu mengisyaratkan bahwa orang tersebut akan mendapatkan kesialan atau sakit.
Orang Manggarai meyakini bahwa nipi merupakan gambaran dari apa yang sudah maupun yang akan dialami bahkan sebagian masyarakat Manggarai menjadikan nipi sebagai acuan dalam menghadapi situasi-situasi tertentu dalam hidup. Misalnya saja, orang Manggarai meyakini ”nipi gunting wuk (mimpi tentang gunting rambut ) berarti dapat dipastikan setelah ia terbangun di pagi hari ia harus malakukan ritual atau sungke potong sehelai rambutnya. Lantas dari mimpi itu mengisyaratkan bahwa orang tersebut akan mendapatkan kesialan atau sakit.
Lain lagi jika nipi nganceng limbang wae (mimpi tentang seseorang yang mampu mengarungi aliran air di sungai) dapat dijadikan sebagai acuan dalam berjuang. Jika seseorang mengalami mimpi tersebut sebelum atau akan mulai berjuang, masyarakat Manggarai meyakini bahwa perjuangannya kelak akan meraih keberhasilan dan kesuksesan. Menyadari hal itu, maka nipi perlu diceritakan untuk mendalami dan mengetahui maknanya.
Ada dua jenis nipi, di antaranya; nipi di’a dan nipi da’at (mimpi baik dan mimpi buruk). Nipi di’a merupakan mimpi yang mengisahkan tentang sesuatu yang baik. Baik yang dimaksud apabila dalam (hasil) penafsirannya tidak bertentangan dengan kehidupan pribadi maupun sosial. Sedangkan nipi da’atmerupakan mimpi yang mengisahkan sesuatu yang dianggap tidak baik dan dapat mendatangkan malapetaka.
Dalam sebuah keluarga, orang yang memiliki keahlian dalam menafsirkan mimpi adalah orangtua. Sebab mereka akan menganalisa isi mimpi dari berbagai sisi. Sehingga muncullah ragam kemungkinan sebagai buah dari analisis itu. Jika hasil analisisnya buruk, maka langkah selanjutnya adalah melakukan ritual adat yang ditandai dengan memberikan sesajen kepada leluhur. namun jika dilihat dari segi eksistensial Tombo Nipi dewasa ini kian surut. Dari tradisi yang menjadi kekhasan orang Manggarai menghubungkan isi nipi dengan kehidupan nyata manusia menjadi lenyap dengan hadirnya kupon putih atau porkas. Bukan barang baru lagi, jika mimpi hanyalah ajang untuk membantu mempermudah dalam memprediksi Kupon putih. Tidak ada lagi pandangan bahwa nipi itu gambaran hidup yang akan dialami sehingga perlu dikaji lebih dalam maknanya. Semuanya tentang kupon putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar