
Dear sahabat konyol. Ruteng, 26 november 2018.
RIAN NGADAS,CHANDRA LEONARD, YANO HAGUL, IRVAN JANUARKO, ANDRE SUNARDO, APRI JUANG, IVAN DANGGUR, RAMLY GAGUK, ANDO TISRAH, FANY PAR.
Kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki Sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Terkadang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Sahabat memiliki ruang tersendiri dalam hati kita. Mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar.
Kita bisa memiliki mantan pacar tapi tidak akan pernah ada yang namanya mantan sahabat. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati. Dalam persahabatan tidak ada yang merasa tersinggung satu sama lain, karena sahabat sudah pasti selalu mengerti kita. Kita selalu tertawa bersama, juga selalu berbagi setiap kesedihan bersama. Setiap bahagiamu adalah bahagiaku dan setiap dukamu adalah juga dukaku.
Secangkir kopi dan sebotol sopi selalu menjadi teman dikala dunia tidak sesuai dengan harapan kita sahabat. ingatkah sa'at sopi telah bekerja dalam kepala, semua rahasiapun terbongkar, Kita tertawa sepanjang jalan bahkan yang lebih gila kita menertawai diri kita sendiri.
Pernah kita melalui pertengkaran namun tak sampai lama, rasa rindu muncul akan kehadiranmu kawan. Masih ingat percakapan kita tentang pasangan masing-masing, ataupun masalah kehidupan yang lain. Kau siap membantu bahkan memberi pendapat.
Ingat ketika kita tak ada uang banyak. Dengan pedenya kita berjalan bersama walau tak masalah uang tak ditangan.. ahh sungguh aku merindukan saat canda tawa kita teman..
Sahabatku, terima kasih karena kamu selalu ada untukku. Yaa... itulah yang namanya sahabat. Kamu tidak hanya ada dalam setiap kebahagianku tapi kamu juga selalu hadir dalam setiap kedukaanku. Ketika aku ingin bercerita, kamu selalu meluangkan waktumu untukku. Kamu selalu mengingatkanku setiap aku berbuat salah dan sebaliknya aku pun begitu.
Namun seiring berjalannya waktu, kita tumbuh menjadi kupu kupu dewasa yang siap terbang ke dimensi mana saja. Yang siap untuk menggapai impian kita masing-masing. Tapi, meski jalan kita kelak akan berbeda, kita akan tetap menjadi satu. Satu ikatan yang dinamakan sahabat. Aku mencintaimu, aku menyayangimu sama seperti aku cinta dan sayang pada keluargaku sendiri, tidak ada yang sempurna di dunia ini sama halnya seperti persahabatan kita. Sifat kita, hobi kita memanglah berbeda. Kita juga bukanlah saudara kandung. Tapi lebih dari itu, terima kasih karena kamu mau menerima setiap kekuranganku dan aku pun begitu yang selalu berusaha untuk menerima setiap kekuranganmu. Namun ketahuilah, perbedaan – perbedaan itu bukan yang menjadikan hubungan persahabatan kita retak tapi justru yang menjadi dasar dalam persahabatan sejati kita.
Secangkir kopi dan sebotol sopi selalu menjadi teman dikala dunia tidak sesuai dengan harapan kita sahabat. ingatkah sa'at sopi telah bekerja dalam kepala, semua rahasiapun terbongkar, Kita tertawa sepanjang jalan bahkan yang lebih gila kita menertawai diri kita sendiri.
Berteriak sana sini, tertawa sebagai bahan lelucon, bercerita semua hal. bahkan bermain layaknya anak kecil.. kita seperti keluarga besar yang menatap masa depan, bermimpi dan mewujudkan mimpi itu dengan cara kita masing-masing.
Bersamamu teman, semua terasa ringan. Masalah yang
menumpuk, baik tentang keluarga, asmara bahkan pelajaran seperti lenyap
dihilang bumi. Kita seperti punya dunia sendiri yang dihabisi dengan
tawa-tawa riang kita dimana mana. Kita bernyanyi dengan alunan nada dan
lirik tentang masalah tapi kita tetap santai berjalan bersama. Pernah kita melalui pertengkaran namun tak sampai lama, rasa rindu muncul akan kehadiranmu kawan. Masih ingat percakapan kita tentang pasangan masing-masing, ataupun masalah kehidupan yang lain. Kau siap membantu bahkan memberi pendapat.
Ingat ketika kita tak ada uang banyak. Dengan pedenya kita berjalan bersama walau tak masalah uang tak ditangan.. ahh sungguh aku merindukan saat canda tawa kita teman..
Sahabatku, terima kasih karena kamu selalu ada untukku. Yaa... itulah yang namanya sahabat. Kamu tidak hanya ada dalam setiap kebahagianku tapi kamu juga selalu hadir dalam setiap kedukaanku. Ketika aku ingin bercerita, kamu selalu meluangkan waktumu untukku. Kamu selalu mengingatkanku setiap aku berbuat salah dan sebaliknya aku pun begitu.
Namun seiring berjalannya waktu, kita tumbuh menjadi kupu kupu dewasa yang siap terbang ke dimensi mana saja. Yang siap untuk menggapai impian kita masing-masing. Tapi, meski jalan kita kelak akan berbeda, kita akan tetap menjadi satu. Satu ikatan yang dinamakan sahabat. Aku mencintaimu, aku menyayangimu sama seperti aku cinta dan sayang pada keluargaku sendiri, tidak ada yang sempurna di dunia ini sama halnya seperti persahabatan kita. Sifat kita, hobi kita memanglah berbeda. Kita juga bukanlah saudara kandung. Tapi lebih dari itu, terima kasih karena kamu mau menerima setiap kekuranganku dan aku pun begitu yang selalu berusaha untuk menerima setiap kekuranganmu. Namun ketahuilah, perbedaan – perbedaan itu bukan yang menjadikan hubungan persahabatan kita retak tapi justru yang menjadi dasar dalam persahabatan sejati kita.




