https://youtube.com/channel/UCri9gYCxXG5bFktRslS8kcw CORET KISAH: 2018

Rabu, 26 Desember 2018

SELAMAT TAHUN BARU MAMA








 

Saya tidak bisa mengingat bagaimana indahnya senyum ibu dan ayah, ketika saya menangis untuk yang pertama kalinya. Saya tak ingat, bagaimana kencangnya tangisan saya setiap malam yang membuyarkan keinginan beliau untuk beristirahat.Saya juga tak dapat membayangkan bagaimana sibuknya ibu, ketika menggendong saya beliau juga harus mempersiapkan menu untuk makan siang ayah. Belum lagi beliau harus melakukan tugas rumah yang lainnya. Namun yang pasti beliau adalah wanita terbaik yang pernaIbu tak pernah memakai make up. Saya sering membayangkan jika ibu mulai memakai lipstick, lalu saya menangis karena lapar, pasti ibu akan menyusui saya terlebih dahulu. Selesai menyusui saya ibu akan melanjutkan memakai lipstick, namun sebelum ibu memakai lipsticknya kembali saya menangis lagi karena ngompol, akhirnya saya berfikir saya adalah segalanya bagi beliau.
Berkali-kali saya pandangi foto ibu ketika masih muda, badannya ramping betisnya indah dan rambut yang mengembang terawat. Setelah saya lahir, yang saya tahu ibu tak pernah menyesal karena tak seramping dulu lagi.
Sejak saya belum sekolah, ibu tak pernah memarahi saya kecuali jika saya melewatkan buku dalam satu hari saja. Entah itu buku dongeng, majalah anak, Beliau selalu bilang, buku adalah sahabat sampai nanti diakhir zaman.
Ibu akan memukul saya ketika saya memukul anak tetangga. Ibu bilang, jika saya nakal hatinya terpukul lebih sakit daripada pukulan yang saya terima. Dari situlah ibu mengajarkan saya bagaimana harus meminta maaf.
Ibu bukanlah wanita karir, namun beliau mendedikasikan hidup untuk anak-anaknya agar tumbuh dewasa dengan kasih sayang dan perhatian yang tak kurang. Saya juga jarang melihat ibu membeli baju baru, namun untuk saya setiap bulan akan selalu ada baju baru.
Ibu memang bukan seorang penyair terkenal. Namun berawal dari puisi yang sering beliau tuliskan, saya sempat meraih juara pertama menulis puisi di sekolah dasar.
Ibu bukanlah seorang sarjana, namun ibulah yang pertama kali mengajarkan bagaimana menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf, hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan skripsi saya.
Ketika saya menapaki jalan untuk belajar mandiri, ketika jauhnya jarak membuat peluk kami tak sampai, saya semakin sadar tanpa kasih sayang dan do'a ibu saya tidak akan pernah tahu apa itu cinta dan bahagia. Tanpa beliau saya tidak akan ada di sini, untuk menulis.
Selamat Pergantian Tahun untukmu mamaku tercinta😍

Sabtu, 08 Desember 2018

UNTUK AYAH YANG DI SURGA





AYAH SUNGGUH AKU RINDU_ Tak terasa hari ini menggenapi dua puluh tahun engkau pergi jauh dan tak kembali. Berharap tetesan air mata ini mampu melupakan semua kisah pahit di tanggal 9 Desember 2001. Engkau terbaring  kaku di kerumini banyak orang yang datang lalu pergi.
Deras hujan mengiringi kepergianmu  kepergian yang telah menjeputmu. Ayah maafkan aku yang telah lupa untuk menyayangimu hingga engkau pergi meninggalkan rasa rindu. Sepi jia tak lagi  berisi ku coba tuk tetap tegar meskipun dalam hati mendabankan kehadiranmu ayah, air mata terus menguras mengikat waktu kecilku dulu saat engkau menggedongku,,,Ayah sungguh aku rindu. Dalam doaku hanya mampu merintih berlinangkan  air mata merindukan, ingin aku berteriak  berontak jiwa dalam hampa menagis raga pada kepergian,  yang ada hanya angin  menyapa dan membawa pesan padamu di sorga.
Tiada kata-kata meragukan untukmu Ayah, hanya ada kata aku rindu. Mampuhkan aku bertahan tanpa cinta darimu ayah, bisakah aku melewati kerasnya dunia tanpamu..sungguh aku iri pada semua temanku yang selalu dan sering bersama ayah mereka, dalam hati ku menangis merintih kesedihan ini.
Saat ini aku ingin menatap kebahagianmu didalam rumah Tuhan, namun itu takan mungkin terjadi ku hanya berharap Ayah engkau datang dalam mimpiku dan brcerita layaknya engkau masih hidup. Kehadiranmu dalam mimpiku adalah plita dalam jalanku karna ku tau Ayah selalu memberikan apa yang yang diminta anaknya. Hari iniaku disini telah berhasil menggapai mimpi, tapi ku msih merindukan kerasmu, tawamu nasihatmu dan semua tentangmu ayah.

Minggu, 25 November 2018

THE HIDEN OF 02



      

               Dear sahabat konyol. Ruteng, 26 november 2018.
    RIAN NGADAS,CHANDRA LEONARD, YANO HAGUL, IRVAN JANUARKO, ANDRE SUNARDO, APRI JUANG, IVAN DANGGUR, RAMLY GAGUK, ANDO TISRAH, FANY PAR.
Kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki Sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Terkadang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Sahabat memiliki ruang tersendiri dalam hati kita. Mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar.
Kita bisa memiliki mantan pacar tapi tidak akan pernah ada yang namanya mantan sahabat. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati. Dalam persahabatan tidak ada yang merasa tersinggung satu sama lain, karena sahabat sudah pasti selalu mengerti kita. Kita selalu tertawa bersama, juga selalu berbagi setiap kesedihan bersama. Setiap bahagiamu adalah bahagiaku dan setiap dukamu adalah juga dukaku.

Secangkir kopi  dan sebotol sopi selalu menjadi teman dikala dunia tidak sesuai dengan harapan kita sahabat. ingatkah sa'at sopi telah bekerja dalam kepala, semua rahasiapun terbongkar, Kita tertawa sepanjang jalan bahkan yang lebih gila kita menertawai diri kita sendiri.
Berteriak sana sini, tertawa sebagai bahan lelucon, bercerita semua hal. bahkan bermain layaknya anak kecil.. kita seperti keluarga besar yang menatap masa depan, bermimpi dan mewujudkan mimpi itu dengan cara kita masing-masing.
Bersamamu teman, semua terasa ringan. Masalah yang menumpuk, baik tentang keluarga, asmara bahkan  pelajaran seperti lenyap dihilang bumi. Kita seperti punya dunia sendiri yang dihabisi dengan tawa-tawa riang kita dimana mana. Kita bernyanyi dengan alunan nada dan lirik tentang masalah tapi kita tetap santai berjalan bersama.
Pernah kita melalui pertengkaran namun tak sampai lama, rasa rindu muncul akan kehadiranmu kawan. Masih ingat percakapan kita tentang pasangan masing-masing, ataupun masalah kehidupan yang lain. Kau siap membantu bahkan memberi pendapat.
Ingat ketika kita tak ada uang banyak. Dengan pedenya kita berjalan bersama walau tak masalah uang tak ditangan.. ahh sungguh aku merindukan saat canda tawa kita teman..
Sahabatku, terima kasih karena kamu selalu ada untukku. Yaa... itulah yang namanya sahabat. Kamu tidak hanya ada dalam setiap kebahagianku tapi kamu juga selalu hadir dalam setiap kedukaanku. Ketika aku ingin bercerita, kamu selalu meluangkan waktumu untukku. Kamu selalu mengingatkanku setiap aku berbuat salah dan sebaliknya aku pun begitu.
Namun seiring berjalannya waktu, kita tumbuh menjadi kupu kupu dewasa yang siap terbang ke dimensi mana saja. Yang siap untuk menggapai impian kita masing-masing. Tapi, meski jalan kita kelak akan berbeda, kita akan tetap menjadi satu. Satu ikatan yang dinamakan sahabat. Aku mencintaimu, aku menyayangimu sama seperti aku cinta dan sayang pada keluargaku sendiri, tidak ada yang sempurna di dunia ini sama halnya seperti persahabatan kita. Sifat kita, hobi kita memanglah berbeda. Kita juga bukanlah saudara kandung. Tapi lebih dari itu, terima kasih karena kamu mau menerima setiap kekuranganku dan aku pun begitu yang selalu berusaha untuk menerima setiap kekuranganmu. Namun ketahuilah, perbedaan – perbedaan itu bukan yang menjadikan hubungan persahabatan kita retak tapi justru yang menjadi dasar dalam persahabatan sejati kita.

Senin, 19 November 2018

BINTANGKU

Ngencung, 19 November 2018. Dear kamu di masa kini Bintang-bintang kian menghilang ditelan malam
Kesunyian telah berbalut dengan kehampaan
Bertaburan harapan walau hanya angan sesaat
Bagai arus melangkah tanpa kutahu arahnya
Bilakah aku lepas dari derita tak bertepi ini
Saat kau tak ada disini

Dedaunan berguguran dan berjatuhan ditaman
Ranting-rantaing bagai dawai tak bersenar
Debur ombak menghantam dan pecahkan karang
Lepaskanlah aku dari derita tak berakhir ini
Saat kau tak ada disisiku

Saat kau tak ada atau kau tak disini
Diriku terpenjara sepi dan hanya kunikmati sendiri
Sudah tak terhitung lagi waktu untuk melupakanmu
Namun aku tak pernah bisa… aku tak bisa

Sabtu, 17 November 2018

GITAR TUAKU. [10.12]

NGENCUNG, 17 November 2018.                Petikan demi petikannya menghasilkan
Nada yang indah..
Nada yang dimainkan tak dapat
Menipu wajah

Sungguh mempesona..
Suara yang beranekaragam..
Namun tetap sederhana nan 
sungguh mewah..

Memainkannya bagaikan hiburan
Pengganti duka..
Menyalurkan perasaan hati..
Menggunakan isi hati..
Menyimpan sebuah cerita..

Kamis, 01 November 2018

JANGAN ABAIKAN DAN MENGHILANG




Dear diriku dimasa lalu..
Berawal dari cinta yang selama ini aku nantikan, tak pernah tergapai karena aku tahu itu semua hanyalah mimpi. Dan satu hal yang paling menyakitkan adalah saat orang yang masih dan benar-benar aku cintai pergi, mengabaikan, tanpa mau tahu bagaimana perasaanku.
Dari itu aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan untukku, yang selalu membuatku terpuruk adalah menyadari bahwa aku bukanlah orang terpenting bagi seseorang yang selama ini ku anggap penting dalam hidupku.
Jujur aku sayang padamu, namun apalah daya aku hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Karena aku tersingkir oleh orang-orang yang lebih bisa membuat kamu bahagia. Terkadang ada saat dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri, meski hati menangis tak ada pilihan lain selain berusaha tegar dan keadaan memaksaku harus kuat meski sebenarnya aku tak mampu.
Apa artinya cinta sejati kalau bukti belum ada karena bukti itu adalah angan-angan semata yang tak akan terwujud. Terkadang aku hanya diam dalam meratapi nasib cinta ini. Itu karena aku mulai kecewa dengan keadaan cintaku ini yang begitu rumit dan tak aku mengerti apa maksud dari semua ini. Apakah kamu punya hati, jika masih seharusnya kamu pikirkan bagaimana perasaanku saat ini.
Aku tidak pernah memaksa kamu untuk mencintaiku saat ini, tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan menyadari seberapa besarnya aku mencintaimu selama ini. Di saat ini aku tak berharap engkau ada disini untukku, aku hanya berharap kau tau aku disini selalu merindukanmu dari kejauhan.
Disaat kau pergi aku akan menjauh, dan jangan pernah berpikir aku akan membencimu, karena sesungguhnya aku tahu kebahagiaanmu bukan padaku. Biarkanlah rasa ini tetap untukmu. Bilamana disaat kamu diasingkan dan dijauhi semua orang carilah aku. Karena aku akan selalu ada untukmu.
Jika aku boleh memilih, aku lebih baik memilih untuk tidak mengenal kamu dari pada harus melupakan kamu, karena itu sangat sulit bagiku. Dihatiku selalu terukir wajahmu, cinta rindu berpadu menjadi satu. Masih selalu aku bertanya, masih adakah aku dihatimu ?
Mungkin aku ditakdirkan buta, buta untuk melihat gadis
lain selain dirimu. Namun aku sadar kita tak bisa bersama, tapi aku rela patah hati agar bisa bersamamu selamanya. Berharap bisa memilikimu yang tak mungkin aku miliki adalah sebuah harapan penuh kesia-siaan.
Mencintaimu yang sudah tidak mencintaiku adalah sebuah ketersiksaan. Berharap padamu yang sudah tidak peduli padaku adalah sebuah penantian yang tidak berguna. Memikirkan kamu yang kini sama sekali tidak lagi mengerti perasaanku hanyalah menghabiskan waktu terbuang percuma.
Ada satu hal yang tidak dapat aku sembunyikan yaitu “rasa sayang”, kalau aku cuek, itu karena aku sedikit kecewa dengan sikapmu. Tapi jujur tidak ada rasa benci sekalipun, jauh dari lubuk hatiku aku selalu memperhatikanmu. Dibalik sikap cuekku aku selalu ingin tahu tentangmu.
Aku tengah kehilangan konsep kehidupanku, sehingga aku merasa mati berulang kali sebelum ajalku datang, itu semua karena hatiku adalah korban dari cinta. Namun alasan aku masih bernafas sampai saat ini karena disetiap nafasku aku merindukanmu.
Aku belajar untuk tidak mendapatkanmu sekarang karena aku mau menunggu sampai apa yang aku inginkan benar-benar menjadi yang terbaik untukku. Karena aku yakin semua akan indah pada waktunya.
Jika kau tidak membalas sms/whatsapp dariku, aku mengerti. Jika kau masih terus mengabaikan aku, lagi-lagi aku akan mengerti kamu. Dan jika suatu hari nanti aku berhenti mencintaimu, itu giliranmu untuk mengerti.
Hari ini mungkin aku mencintaimu, tapi mungkin besok takkan ada lagi cinta untukmu dan mungkin besok kamu akan lebih mencintaiku ketika aku benar-benar telah pergi. Jadi jangan pernah sia-siakan cinta yang selama ini mengisi hatimu.
Tak ada manusia yang tak punya masalah. Jika aku terlihat selalu bahagia itu karena aku mampu menyembunyikan luka dan tangis. Sabar itu menyakitkan, diam itu menyiksa, berbicara pun percuma. Menyayangi kamu apakah harus sesakit ini. Namun aku selalu berpikir apapun yang terjadi dalam hidupku, selalu ku berkata Tuhan itu baik.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah ada untukku. Karena bagaimanapun kokohnya sebuah batu jika terus terkikis pasti akan hancur, bagaimana besarnya rasa sayangku jika terus kau abaikan pasti akan hilang.
Jika suatu saat aku sudah tidak lagi menghubungimu, itu karena berarti aku sudah kecewa. Aku hanya belajar hidup tanpamu, sebab yang aku tahu kau bukan milikku.
Sekarang aku sadari bahwa selama ini orang yang aku sayangi dengan setulus hati, belum tentu dia juga menyayangiku dengan tulus seperti aku menyayanginya. Tuhan .. sekarang tugasku telah selesai, kuserahkan dia pada yang bisa lebih mengerti dan mampu membuatnya bahagia. Lindungilah dia dan kuatkan aku Tuhan, aku hanya ingin bisa melihatnya bahagia meski tanpa aku.
Sudah ku coba mengerti, tetapi tetap saja hati ini tersakiti. Jujur aku tak sanggup lagi dengan semua ini. Mungkin sebaiknya aku tidak terlalu berharap sehingga tidak terlalu kecewa seperti sekarang ini. Karena cinta bagaikan mengupas bawang, disaat kita berusaha menguliti untuk mendapatkan bagian terbaiknya terkadang kita harus mengeluarkan air mata.
Bukan cinta ini yang memudar, tapi kau yang membuatku terbiasa tanpa perhatianmu, kau yang membuat aku terbiasa tanpa dirimu, kau yang membuat aku seakan tak dibutuhkan dan kau pula yang membuat aku seakan tak berarti di matamu. Bukan maksud hati begini tapi tapi aku tak mampu lagi.
Jika kamu tak yakin pada hatimu, jangan beri harapan lebih padaku yang tulus mencintaimu. Kamu boleh saja mengabaikanku, tapi akan menyiksa dirimu sendiri. Kenapa? Saat ini bolehlah aku mencintaimu walau terus kau abaikan, tapi suatu saat ketika aku sudah jenuh menunggu tanggapan darimu, aku akan pergi meninggalkanmu. Dan setelah itu kau baru sadar kalau kau mencintaiku.
Begitu indahnya hari-hari yang kulalui, namun tak seperti indahnya hati ini. Indahnya bintang-bintang dilangit yang menghiasi malam, tapi tak juga seindah batin ini. Bulan yang menerangi gelapnya bumi juga tak mampu menerangi batinku yang terlanjur kelam karenamu.
Hatiku kini luluh lantak dan hancur berkeping-keping, tak mampu terobati lagi. Hatiku terlanjur sakit dan kecewa atas ulahmu yang selalu bersikeras mengabaikanku. Namun ku tahan air mata ini yang tak mampu terbendung lagi. Ku tahan agar tidak meleleh dipipi mungilku ini, sebab ku tak mau menangis melihat kenyataan ini.
Ku lapangkan dada ini meski ku tahu aku tak mampu, ku coba tuk selalu tersenyum. Selalu terlihat ceria, meski dibalik itu sesungguhnya hatiku sangat rapuh.
Bibirku tak mampu berucap tiga kata kata untukmu yaitu “aku cinta kamu”. Bagiku kau terlalu sempurna untukku. Mencintaimu adalah anugerah terindah dalam sejarah hidupku. Aku hanyalah insan biasa yang bermimpi akan cinta, berkhayal akan bahagia bersamamu.
Aku tak punya harta namun ingin dicintai, aku tak punya tahta tapi ingin bahagia. Bagiku mencintaimu dalam hati itu sudah cukup karena cinta tak harus memiliki.
Aku mencintaimu disetiap detak jantungku dalam setiap hembusan nafasku. Untuk mencintaimu satu detik aku bisa, namun untuk melupakanmu aku butuh waktu bertahun-tahun. Aku tak bersedih kau abaikan, aku tak akan menangis lagi.
Selalu ku sadari sesungguhnya disekelilingku masih banyak hati yang tulus dan mengharap cinta dariku. Namun seju

Sabtu, 20 Oktober 2018

perempuanku


 Dear diriku di masa Depan.
Ku tulis rerintihanku pada malam yang akan menghabisi tubuhku dengan perlahan. Ditengah malam aku akan menengadah sampai hujan turun berangsur-angsur pada pipi kemudian kuseka dengan jari-jari yang tercipta hanya untuk seorang perempuan yang pertamakali aku genggam dan kuraba halus lekuk tirus wajah ayunya dengan perasaan, selainnya hatiku tak pernah aku turutkan.
Tiga bulan berlalu, hanya kuhabiskan dalam gemerlap lampu malam club dan kesunyian didalam kamar. Sejumlah botol-botol laknat bertumpuk pada ceruk di ujung almari kecil disudut kanan kamarku dengan jendela yang selalu terbuka, hingga bau yang khas dari minumanku dan angin alam menyatu didalam kamar.
Tanpa berpikir panjang aku cari namanya di kontak hp-ku, berkapital  S… terus kucari inisial itu di hp-ku, banyak sekali wanita berinisia S. Kucoba berkali-kali menelponnya, tapi tidak aktif. satu hari, dua, tiga sampai satu minggu lebih nomornya tidak dapat dihubungi, mungkin dia telah mengganti nomor hp-nya. Rinduku ini semakin menggrogoti tubuh dan semakin banyak pula botol-botol yang bertumpukan di kamarku.
  kuterus menyebut namanya, ketengkupkan kepalaku diantara lutut yang aku lipat. Botol minuman ini berputar terus di genggaman, seakan tak pernah berhenti mengiringi alunan suaraku yang merintih memanggil namanya, berharap dia akan datang kembali untukku.
  sampai kapan?!” rintihan yang sering ku abaikan pun kini selalu menghantui tiap waktu.  cuma kamu perempuan yang dapat membuatku sakit seperti ini. Kamu dimana. Aku butuh kamu. Rintih dalam hati.
***
Ada kalanya perasaan itu bisa berubah dalam segala musim dan peristiwa dalam hidup, tetapi semua gak ada yang berubah secara tiba-tiba dan benar, semua memang butuh proses.
Aku mulai bingung dengan semua itu, bingung harus menemuinya lagi atau tidak.
Alternatif yang kedua aku mulai membuka-buka akun facebookku dan mulai mencari namanya, tidak ada aktivitas dalam seminggu ini di FB-nya, tapi berbagai note baru ada dalam catatannya, diantaranya yang paling membuatku merasa ialah,
Sedikit saja waktu itu kau rendahkan bibirmu
Hingga dapat kukecup biar terdiam, biar bisu tak bicara
Dan biar terkatup sampai aku selesai berbicara
Di antara sekian banyak pertengkaran yang pecah di antara kita, masalah jarak adalah yang paling utama. Kita seringkali berdebat mempermasalahkan waktu bertemu yang terasa begitu sempit. Kesibukanmu kuliah dan aku yang sedang bekerja di kota berbeda, tidak dapat dipungkiri menjadi masalah yang ingin ku rutuki hingga kini. sungguh tidak mudah untukku, berpisah denganmu dalam waktu yang lama. Di sini, di kota asing ini, aku sering memaki diri sendiri setiap kali aku gagal membuatmu bahagia.
Kesadaranku sebagai prialah yang membuatku ada sini. Peranku sebagai kepala keluarga nantinya, memaksaku untuk terus berjuang mengumpulkan uang untuk kamu dan calon anak kita dan aku memang bukan pria sempurna yang bisa melakukan semua hal sebaik yang kau damba. Tak jarang kuakui kealpaanku mengingat hal-hal kecil menyulut pertengkaran kita.

. . . . . .
Aku mulai mengirim pesan untuknya, aku ingin bertemu, aku ingin bicara, aku ingin meminta maaf sungguh. Dua minggu baru dapat balasan, itu pun dari pesan yang berkali-kali aku kirimkan.
Pertemuan dalam hujan. Satu jam berlalu hanya dengan diam, dia terlihat temaram, persis seperti mendung yang suram. Bagaimana aku bisa bicara kalau melihatnya seperti ini. Desahku.
Kalau aku pernah mencintai perempuan, itu hanyalah kamu, cuma satu perempuanku, yaitu kamu.


Minggu, 14 Oktober 2018

SEHELAI SURAT BUAT KAMU



 Cynoz M.
Dear Diriku Di Masa Kini,
Aku adalah kamu yang hidup bertahun-tahun di masa depan. Di jaman aku hidup ini sedang ngetren mengirim pesan ke masa lalu, tapi teknologi masih agak terbatas. Jadi eksperimen ini seperti menulis surat di dalam botol dan melemparkannya ke laut. Aku hanya bisa berharap surat ini bisa sampai padamu lewat bantuan tangan-tangan orang asing. Jika kamu sedang membaca surat ini sekarang, artinya eksperimen berhasil.
Apa kabarmu? Aku bisa mengingat-ingat kejadian besar di masa lalu, tapi ada banyak sekali yang terjadi jadi aku tidak tahu persis apa yang belakangan sedang terjadi saat kamu membaca surat ini.
Mungkin kamu sedang merasa kesepian. Aku bisa ingat beberapa momen di mana aku dulu merasa ditinggalkan, diacuhkan, dianggap tiada. Ada masanya teman-teman terdekat terlihat tidak peduli kamu. Kalaupun mengaku peduli, mereka sepertinya menganggap remeh apa yang sedang kamu alami dan tidak berusaha melakukan apa-apa. Kamu pasti mengerti maksudku.
Mungkin kamu sedang merasa kecewa. Dikhianati oleh orang-orang yang kamu sayangi. Ditipu oleh janji dan harapan yang mereka ucapkan. Ditikam dari belakang di saat-saat kamu sedang membutuhkan bantuan. Tidak jarang juga dikecewakan oleh diri sendiri yang lalai dan kerap mengulangi kesalahan yang sama.  Oh betapa aku ingin memelukmu pada saat ini juga.  Aku tahu persis rasanya, karena aku pernah mengalaminya. Aku adalah kamu.
Mungkin kamu sedang merasa putus asa. Kamu lelah berputar-putar dalam badai kegagalan. Kamu ingin berteriak marah sekaligus menyerah karena sekian lama harus berjuang keras tanpa pernah melihat jalan keluar. Api yang ada di dalam hatimu sudah mulai mengecil, dan kamu mulai terbayangi pikiran untuk menyudahi segalanya, menyerah dan pergi meninggalkan semuanya.
Atau mungkin juga kamu sedang merasa bahagia sempurna, aman mencintai dan dicintai, serta bersemangat menjalani kehidupanmu. Ya aku bisa ingat ketika hari-hari indah itu terjadi. Rasanya seperti ada di atas puncak gunung tertinggi dan melihat seluruh dunia dengan rasa kagum bangga. Saat menulis ini, aku sambil membuka folder foto-foto masa lalu dan tersenyum mengenang semua kejadian itu.
Apapun yang sedang kamu rasakan, negatif, positif, baik, buruk, gelap, terang, aku mau mengingatkanmu bahwa itu adalah bagian-bagian berharga dalam hidupmu. Kamu berhak untuk merasa terpukul sedih, sama seperti kamu berhak untuk merasa tertawa bahagia. Kamu berhak untuk menyesali kesalahan, sama seperti kamu berhak untuk menikmati keberhasilan. Semua yang kamu alami itu membuat hidupmu semakin unik dan berharga. Percayalah, karena aku sudah melewati semua itu dan aku benar-benar merasa bangga diberikan kesempatan menjalaninya.
Kamu mungkin sudah tahu semua ini, tapi aku tetap ingin mengucapkannya: kamu lebih cerdas, berbakat, dan kuat daripada apapun yang kamu pikir sekarang! Kamu cuma perlu lebih berani mengekspresikannya setiap hari. Kamu harus lebih sering menyayangi dirimu, karena tidak ada yang bisa membuatmu lebih bahagia daripada kamu sendiri. Kamu sangat berharga, karena itu hargailah dirimu sendiri. Ya aku tahu itu terdengar klise seklise-klisenya, tapi masihkah kamu ingat jaman fotografi klasik dulu ketika foto harus dicetak dari klise? Jadi klise pun tetap mengandung kebenaran realita.
Jika saat ini kamu sudah memiliki seseorang yang mencintaimu sebesar kamu mencintainya, jangan sepenuhnya bergantung padanya karena kamu tetap wajib independen dan mencintai dirimu sendiri. Dan tanggungjawab mencintai diri sendiri itu jauh lebih besar lagi jika saat ini kamu memang belum menemukan sang kekasih idaman. Sebab bagaimana mungkin ada orang yang tertarik membahagiakanmu jika dia tidak melihat kamu cukup peduli untuk merawat dan membahagiakan diri sendiri?
Kamu tidak perlu menjadi orang yang sempurna, kamu hanya perlu berusaha jadi diri yang terbaik dibanding hari-hari sebelumnya. Melakukan itu jauh lebih mudah daripada memikirkannya lho.. dan aku bilang begitu karena aku tahu kamu suka terlalu banyak berpikir, lalu akhirnya malah tidak melakukan apa-apa. :))

Nah kalau kalau mau berpikir, sering-seringlah berpikir akan satu fakta ini: kamu adalah orang terfavorit dalam hidupku, karena berkat kamulah aku bisa hidup, berkarya, sukses bahagia di jamanku ini. Asal tahu saja, kamu tidak akan pernah sendirian karena aku sudah, sedang dan akan selalu bersama kamu di sepanjang waktu. Aku ingin memelukmu saat ini juga, menepuk pundakmu dan membisikkan semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tidak bisa. Kalau kamu tidak mengerti itu, tenang saja karena suatu saat kamu akan belajar tentang fisika kuantum dan teori dimensi waktu, hehehe!
Seperti aku bilang di awal tadi, kalau kamu sedang membaca surat ini berarti eksperimenku berhasil. Aku tidak bisa mengendalikan kapan surat ini kamu terima, tapi aku punya harapan kamu membacanya di satu hari tertentu. Jadi semoga saja harapanku terkabul, karena jika tidak rasanya aneh sekali aku mengakhiri surat ini dengan kalimat ini.