Dear diriku dimasa lalu..
Berawal dari cinta yang selama ini aku nantikan, tak pernah
tergapai karena aku tahu itu semua hanyalah mimpi. Dan satu hal yang paling
menyakitkan adalah saat orang yang masih dan benar-benar aku cintai pergi,
mengabaikan, tanpa mau tahu bagaimana perasaanku.
Dari itu aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan
untukku, yang selalu membuatku terpuruk adalah menyadari bahwa aku bukanlah
orang terpenting bagi seseorang yang selama ini ku anggap penting dalam
hidupku.
Jujur aku sayang padamu, namun apalah daya aku hanya bisa
menjagamu dari kejauhan. Karena aku tersingkir oleh orang-orang yang lebih bisa
membuat kamu bahagia. Terkadang ada saat dimana aku harus menghadapi semua
dengan sendiri, meski hati menangis tak ada pilihan lain selain berusaha tegar
dan keadaan memaksaku harus kuat meski sebenarnya aku tak mampu.
Apa artinya cinta sejati kalau bukti belum ada karena bukti
itu adalah angan-angan semata yang tak akan terwujud. Terkadang aku hanya diam
dalam meratapi nasib cinta ini. Itu karena aku mulai kecewa dengan keadaan
cintaku ini yang begitu rumit dan tak aku mengerti apa maksud dari semua ini.
Apakah kamu punya hati, jika masih seharusnya kamu pikirkan bagaimana
perasaanku saat ini.
Aku tidak pernah memaksa kamu untuk mencintaiku saat ini,
tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan menyadari seberapa besarnya aku
mencintaimu selama ini. Di saat ini aku tak berharap engkau ada disini untukku,
aku hanya berharap kau tau aku disini selalu merindukanmu dari kejauhan.
Disaat kau pergi aku akan menjauh, dan jangan pernah
berpikir aku akan membencimu, karena sesungguhnya aku tahu kebahagiaanmu bukan
padaku. Biarkanlah rasa ini tetap untukmu. Bilamana disaat kamu diasingkan dan
dijauhi semua orang carilah aku. Karena aku akan selalu ada untukmu.
Jika aku boleh memilih, aku lebih baik memilih untuk tidak
mengenal kamu dari pada harus melupakan kamu, karena itu sangat sulit bagiku.
Dihatiku selalu terukir wajahmu, cinta rindu berpadu menjadi satu. Masih selalu
aku bertanya, masih adakah aku dihatimu ?
Mungkin aku ditakdirkan buta, buta untuk melihat gadis
lain selain dirimu. Namun aku sadar kita tak bisa bersama,
tapi aku rela patah hati agar bisa bersamamu selamanya. Berharap bisa
memilikimu yang tak mungkin aku miliki adalah sebuah harapan penuh kesia-siaan.
Mencintaimu yang sudah tidak mencintaiku adalah sebuah
ketersiksaan. Berharap padamu yang sudah tidak peduli padaku adalah sebuah
penantian yang tidak berguna. Memikirkan kamu yang kini sama sekali tidak lagi
mengerti perasaanku hanyalah menghabiskan waktu terbuang percuma.
Ada satu hal yang tidak dapat aku sembunyikan yaitu “rasa
sayang”, kalau aku cuek, itu karena aku sedikit kecewa dengan sikapmu. Tapi
jujur tidak ada rasa benci sekalipun, jauh dari lubuk hatiku aku selalu memperhatikanmu.
Dibalik sikap cuekku aku selalu ingin tahu tentangmu.
Aku tengah kehilangan konsep kehidupanku, sehingga aku
merasa mati berulang kali sebelum ajalku datang, itu semua karena hatiku adalah
korban dari cinta. Namun alasan aku masih bernafas sampai saat ini karena
disetiap nafasku aku merindukanmu.
Aku belajar untuk tidak mendapatkanmu sekarang karena aku
mau menunggu sampai apa yang aku inginkan benar-benar menjadi yang terbaik
untukku. Karena aku yakin semua akan indah pada waktunya.
Jika kau tidak membalas sms/whatsapp dariku, aku mengerti.
Jika kau masih terus mengabaikan aku, lagi-lagi aku akan mengerti kamu. Dan
jika suatu hari nanti aku berhenti mencintaimu, itu giliranmu untuk mengerti.
Hari ini mungkin aku mencintaimu, tapi mungkin besok takkan
ada lagi cinta untukmu dan mungkin besok kamu akan lebih mencintaiku ketika aku
benar-benar telah pergi. Jadi jangan pernah sia-siakan cinta yang selama ini
mengisi hatimu.
Tak ada manusia yang tak punya masalah. Jika aku terlihat
selalu bahagia itu karena aku mampu menyembunyikan luka dan tangis. Sabar itu
menyakitkan, diam itu menyiksa, berbicara pun percuma. Menyayangi kamu apakah
harus sesakit ini. Namun aku selalu berpikir apapun yang terjadi dalam hidupku,
selalu ku berkata Tuhan itu baik.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih
baik cinta itu tak pernah ada untukku. Karena bagaimanapun kokohnya sebuah batu
jika terus terkikis pasti akan hancur, bagaimana besarnya rasa sayangku jika
terus kau abaikan pasti akan hilang.
Jika suatu saat aku sudah tidak lagi menghubungimu, itu
karena berarti aku sudah kecewa. Aku hanya belajar hidup tanpamu, sebab yang
aku tahu kau bukan milikku.
Sekarang aku sadari bahwa selama ini orang yang aku sayangi
dengan setulus hati, belum tentu dia juga menyayangiku dengan tulus seperti aku
menyayanginya. Tuhan .. sekarang tugasku telah selesai, kuserahkan dia pada
yang bisa lebih mengerti dan mampu membuatnya bahagia. Lindungilah dia dan
kuatkan aku Tuhan, aku hanya ingin bisa melihatnya bahagia meski tanpa aku.
Sudah ku coba mengerti, tetapi tetap saja hati ini
tersakiti. Jujur aku tak sanggup lagi dengan semua ini. Mungkin sebaiknya aku
tidak terlalu berharap sehingga tidak terlalu kecewa seperti sekarang ini.
Karena cinta bagaikan mengupas bawang, disaat kita berusaha menguliti untuk
mendapatkan bagian terbaiknya terkadang kita harus mengeluarkan air mata.
Bukan cinta ini yang memudar, tapi kau yang membuatku
terbiasa tanpa perhatianmu, kau yang membuat aku terbiasa tanpa dirimu, kau
yang membuat aku seakan tak dibutuhkan dan kau pula yang membuat aku seakan tak
berarti di matamu. Bukan maksud hati begini tapi tapi aku tak mampu lagi.
Jika kamu tak yakin pada hatimu, jangan beri harapan lebih
padaku yang tulus mencintaimu. Kamu boleh saja mengabaikanku, tapi akan
menyiksa dirimu sendiri. Kenapa? Saat ini bolehlah aku mencintaimu walau terus
kau abaikan, tapi suatu saat ketika aku sudah jenuh menunggu tanggapan darimu,
aku akan pergi meninggalkanmu. Dan setelah itu kau baru sadar kalau kau
mencintaiku.
Begitu indahnya hari-hari yang kulalui, namun tak seperti
indahnya hati ini. Indahnya bintang-bintang dilangit yang menghiasi malam, tapi
tak juga seindah batin ini. Bulan yang menerangi gelapnya bumi juga tak mampu
menerangi batinku yang terlanjur kelam karenamu.
Hatiku kini luluh lantak dan hancur berkeping-keping, tak
mampu terobati lagi. Hatiku terlanjur sakit dan kecewa atas ulahmu yang selalu
bersikeras mengabaikanku. Namun ku tahan air mata ini yang tak mampu terbendung
lagi. Ku tahan agar tidak meleleh dipipi mungilku ini, sebab ku tak mau
menangis melihat kenyataan ini.
Ku lapangkan dada ini meski ku tahu aku tak mampu, ku coba
tuk selalu tersenyum. Selalu terlihat ceria, meski dibalik itu sesungguhnya
hatiku sangat rapuh.
Bibirku tak mampu berucap tiga kata kata untukmu yaitu “aku
cinta kamu”. Bagiku kau terlalu sempurna untukku. Mencintaimu adalah anugerah
terindah dalam sejarah hidupku. Aku hanyalah insan biasa yang bermimpi akan
cinta, berkhayal akan bahagia bersamamu.
Aku tak punya harta namun ingin dicintai, aku tak punya
tahta tapi ingin bahagia. Bagiku mencintaimu dalam hati itu sudah cukup karena
cinta tak harus memiliki.
Aku mencintaimu disetiap detak jantungku dalam setiap
hembusan nafasku. Untuk mencintaimu satu detik aku bisa, namun untuk
melupakanmu aku butuh waktu bertahun-tahun. Aku tak bersedih kau abaikan, aku
tak akan menangis lagi.
Selalu ku sadari sesungguhnya disekelilingku masih banyak
hati yang tulus dan mengharap cinta dariku. Namun seju